Boss Telegram Pavel Durrov Merespon 500 Jt Pengguna

Liputan QQ – Pendiri Telegram, Pavel Durov menyatakan pengguna aktif bulanan Telegram sudah mencapai lebih dari 500 juta sejak awal Januari 2021. Dia mengatakan jumlah itu ditopang oleh peningkatan pengguna baru Telegram yang meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.

“Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu, ketika 1,5 juta pengguna baru mendaftar setiap hari,” ujar Durov lewat akun Telegram miliknya, Selasa (12/1). Durof merinci 25 juta pengguna baru bergabung dengan Telegram dalam 72 jam terakhir. Pengguna baru itu berasal dari seluruh dunia, yakni 38 persen dari Asia, 27 persen dari Eropa, 21 persen dari Amerika Latin, dan dan 8 persen dari Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

Дуров упрекнул СМИ в неточном переводе его слов о «закрытии Telegram» в  России - Газета.Ru | Новости

Ia memberitahukan peningkatan signifikan memang pernah terjadi sejak beroperasi pada tahun 2013. Tetapi, dia menilai peningkatan signifikan kali ini berbeda. Menurutnya, peningkatan jumlah penggunanya didasari oleh orang yang tidak lagi ingin privasinya dengan layanan gratis. Mereka tidak ingin lagi terpenjara oleh monopoli teknologi berpikir bahwa dapat melakukan apa saja selama aplikasi mereka memiliki banyak pengguna.

“Dengan setengah miliar pengguna aktif dan perkembangan yang semakin cepat, Telegram menjadi tempat perlindungan terbesar untuk mereka yang mencari platform komunikasi yang berkomitmen pada privasi dan keamanan. Kami tanggung jawab dengan sangat serius. Kami tidak akan mengecewakan Anda,” jelasnya . Di sisi lain, Durov mengaskan Telegram konsisten, baik dalam hal mempertahankan data pribadi ataupun dalam meningkatkan performa aplikasi. Tidak seperti aplikasi populer lainnya, dia juga mengklaim Telegram tidak memiliki pemegang saham atau pengiklan.

“Kami tidak berurusan dengan marketer, penambang data, atau lembaga pemerintah. Sejak hari kami meluncurkannya pada Agustus 2013, kami belum mengungkapkan satu byte pun dari data pribadi pengguna kami kepada pihak ketiga,” ucap Durov.

Untuk diketahui, peningkatan jumlah pengguna Telegram terjadi di tengah polemik kebijakan privasi baru yang diluncurkan WhatsApp. Pengguna WhatsApp diwajibkan menerima kebijakan baru itu jika ingin terus menggunakan aplikasi. Kebijakan baru itu salah satunya akan memberi data pengguna WhatsApp kepada Facebook. Data yang dibagikan beragam, mulai dari identitas pengguna, lokasi, hingga nomor telepon.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*