Ulama Syekh Ali Jaber Meninggal Setelah Sembuh Covid-19

Liputan QQ – Perjuangan Syekh Ali Jaber melawan Covid-19, kondisinya sempat kritis, meninggal dunia setelah dinyatakan sembuh. Kabar duka kembali datang dari ulama besar di Indonesia, Syekh Ali Jaber yang meninggal dunia pagi ini, Kamis 14 Januari 2021 pagi. Syekh Ali Jaber meninggal dunia setelah 18 hari dirawat di rumah sakit karena terpapar Covid-19.

Kondisi Syekh Ali Jaber disebutkan oleh Yusuf Mansur melalui postingannya. Menurut Yusuf Mansur Syekh Ali Jaber telah dinyatakan negatif Covid-19. “Sudah dalam keadaannegatif Covid-19 di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta,” tutur Yusuf Mansur.

Terkena Gas Air Mata, Syekh Ali Jaber Dilarikan ke Rumah Sakit - Lifestyle  Fimela.com

Kabar wafatnya Syekh Ali juga turut dibenarkan oleh Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman. Perjuangan dirinya melawna Covid-19 memang tak mudah. Sejak dinyatakan terpapar, kondisi Syekh Ali Jaber harus ditopang dengan alat bantu nafas atau ventilator. dia sendiri melalui unggahannya di Instagram sempat mengaku terkejut bisa terpapar corona.

Dalam unggahan video, tampak Syekh Ali Jaber terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan menggunakan alat bantu pernapasan.Mengenakan kaus berwarna merah, ia mengaku dirinya tidak menyangka dirinya positif Covid-19.

“Alhamdullilah, Innalillahi waa innailaihi rojiun. Subhanaloh. Nggak nyangka, padahal sering swab, sudah berkali-kali dan selalu negatif,” katanya . Ia pun mengungkap kronologi dirinya dinyatakan positif Covid-19. Beberapa hari sebelum dinyatakan positif Covid-19, ulama itu mengalami demam dan batuk.

Namun, ia menganggap saat itu hanya demam biasa.”Saya minum obat untuk mengurangi panas, kemudian obat batuk. Saya juga minum madu dan lain sebagainya,” katanya. Kemudian, ia pun diminta untuk melakukan swab test kembali.

“Tapi Subhanallah, Qadarullah saya disuruh swab lagi . saya tidak merasa sama sekali akan positif. Maka saya diswab saja, datang ke rumah, kemudian ternyata hasilnya positif,” katanya. Setelah dinyatakan positif Covid-19 dirinya menjalani karantina mandiri. Namun, saat menjalani karantina mandiri, ia merasakan demam naik turun disertai batuk dan sesak nafas.

“Semenjak itu mulai demam lagi, panas naik turun, kemudian batuk, sampai sesak nafas. Ketika sudah sesak nafas, sudah tidak kuat lagi untuk karantina mandiri, saya langsung dibawa ke rumah sakit,” Saat ini dirinya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan keadaannya sudah cukup stabil, meskipun ia masih mengeluhkan sesak nafas.

Ia mengaku selama ini dirinya sudah disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan virus corona.”Coba bayangkan, saya jarang ketemu siapa-siapa, kalau pun ketemu saya selalu mematuhi protokol jaga 3M, kemudian menjauh dari kerumunan dan keramaian. Tapi Subhanallah kalau sudah Qadarullah wal hadhr ia yunji minal qadar. Kalau sudah ditakdirkan oleh allah pasti datang ujian,” ujarnya.

Sempat Kritis dan membaik sebelumnya, ramai beredar chat whatsApp yang menceritakan kondisi sang ulama memburuk. Dalam chat tersebut dituliskan kondisi Syekh yang makin memburuk. “Syekh kabarnya dalam kondisi kritis.” demikian penggalan pesan yang beredar di whatsApp.”on ventilator di RS Yarsi Jkt, di ICU….” lanjut pesan yang beredar. Setelah beberapa hari,

“Kami kabarkan, saat ini beliau masih dalam perawatan intensif di salah satu Rumah Sakit di Jakarta.semakin membaik. Kondisinya pun semakin membaik, tim medis menyampaikan apa adanya, bahwa perkembangannya cukup bagus dan terus menunjukan peningkatan.

Pada hari Selasa, 14 Januari 2021 pagi Dikabarkan Syekh Ali meninggal dunia. hal ini sangat mengejutkan dan mendatangkan luka yang mendalam bagi keluarga dan pengikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*