Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Sudah Di Temukan

Liputan QQ – Selasa 12 Januari 2021 pukul 18.02 WIB, tim penyelam dari Dinas Penyelam Bawah Air Komando Armada I TNI Angkatan Laut turun dari kapal di pelabuhan Jakarta International Container Terminal 2 (JICT), Jakarta mereka mengabarkan sudah menemukan Black Box yang selama ini di cari-cari . Mereka menenteng black box alias kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Para pejabat Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI/Polri, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang sudah menunggu kedatangan mereka tampak semringah. Setelah tim memberikannya secara resmi kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, FDR kemudian diserahterimakan kepada Basarnas yang kemudian langsung memberikannya kepada KNKT untuk di teliti .

Pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak itu diduga jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Diketahui, pesawat tersebut membawa 62 penumpang dan 12 di antaranya kru pesawat. Hingga hari keempat pencarian Sriwijaya Air SJ 182 pada Selasa (12/1/2021) malam, kotak hitam atau black box telah ditemukan. Tim DVI Polri juga berhasil mengidentifikasi 3 jenazah lain, hingga kini terdapat 4 jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang telah teridentifikasi. Tim SAR gabungan berhasil menemukan kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Detik-detik Penyelam Temukan Black Box Sriwijaya Air SJ 182

Seusai black box diamankan, tim penyelam langsung berkumpul menuju tenda untuk beristirahat. “Istirahat dulu langsung ke tenda,” kata salah satu penyelam. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menyebutkan FDR itu mulai ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB oleh para tim penyelam di sekitar tempat yang diprediksi memang menjadi tempat keberadaan black box tersebut.

Hingga kini, KNKT terus mengumpulkan data terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tersebut. Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan data pemantauan radar Automatic Dependent Surveillance-Boradcast (ADS-B) dari Perum LPPNPI (Airnav Indonesia).

“Dari data ini kami menduga, mesin dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air,” katanya. Data lapangan lain yang didapat KNKT dan KRI Rigel adalah sebaran wreckage memiliki besaran dengan lebar 100 meter dan panjang 300-400 meter. “Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air,” ujar Soerjanto.



Leave a Reply

Your email address will not be published.


*